Curhat Colongan

Bimbang

Di instansi tempat saya bekerja, sudah beberapa hari ini sedang gencar-gencarnya isu tentang tawaran melanjutkan pendidikan. Isu ini ramai sekali dibicarakan (terutama oleh angkatan saya) sejak sebelum libur tahun baru Hijriah kemarin. Namun untuk perijinan dari kantor pusat belum juga turun sehingga kami pun masih ragu-ragu untuk mendaftarkan diri.

Saya masih ingat benar, pengumuman ini pertama kali saya dapatkan dari fb karena salah satu teman memberikan link website kampus ke forum angkatan. Pengumuman itu saya beritahukan ke suami dan suami saya merespon baik dan segera mendaftar. Waktu itu saya sama sekali tidak berpikir untuk ikut karena setahu saya sudah beberapa tahun belakangan di instansi saya memang tidak ada yang melanjutkan pendidikan melalui jalur itu.

Sampai siang ini Amela menanyakan lewat gtalk.

Amela (A) : anyiiiin.. daftar *sensor*?
Saya (S) : ngga mel. km daftar?
A : iseng doang. paling ga usaha.
S  : hahahaha
A : mumpung instansi kita bolehin
S  : emang beneran dibolehin?
A : cek intra. aku dikasih tau cacu barusan.
S  : *langsung cek intranet* oh iya
A : coba aja nince
S  : *kemudian mikir*

Saya yang gampang banget terpengaruh *sifat buruk* jadi mikir. Lamaaa banget. Kalau boleh jujur sebenernya saya bingung banget. Saya takut salah langkah. Saya takut kalau ngga daftar trus jadi menyia-nyiakan kesempatan. Tapi di sisi lain saya juga bimbang. Saya pengen kuliah lagi. Tapi saya pikir waktunya kali ini kurang tepat.

Saya ngobrol sama teman seangkatan yang sekantor sama saya. Dia bilang, dia ngga mau daftar dulu sebelum ditawari sama Kepala Kantor. Dia juga bilang dia ngga terlalu ngoyo untuk ikut penawaran ini.

Terakhir, saya ngobrol sama suami. Saya tahu cuma dia yang benar-benar tahu keadaan dan perasaan hati saya saat ini. Jadi setelah ngirimin surat dari kantor pusat dan berdiskusi poin demi poin, akhirnya saya benar-benar yakin sama keputusan saya (meskipun mata tetap ‘mbrambang’).

Bismillahirrahmanirrohim, saya mantap untuk tidak mengambil penawaran tersebut. Biarlah kesempatan ini menjadi milik mas suami dan teman-teman yang lain. Saya akan melanjutkan pendidikan tentu saja, tapi bukan sekarang, dan mungkin saja bukan melalui jalur ini. Tapi tentu saja saya tetap mendoakan teman-teman (dan tentunya mas suami) agar bisa berhasil dan lulus ujian masuk. Aamiin..

Good luck suamiku! Good luck teman-teman!

Semangat!!!  :D

15 thoughts on “Bimbang

    1. Hihihi.. Emang dasar akunya aja yang gampang banget terpengaruh Mel..
      Lagian itu surat emang kaya melambai-lambai ngajakin gitu sih..😆

      Aamiin.. Makasih ya Mel.. Semangat!!

  1. Hmm.. Kadang kesempatan untuk berkembang itu datangnya nggak terduga yah Nin. Tapi insya Allah keputusan Ninda sudah mantap. Ninda memilih untuk tidak bergabung saat ini, insya Allah rejekinya dibukakan melalui jalur lain. Amin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s